Pemkot Tangsel Gerak Cepat Bantu Tangani Bayi Penderita Gastroschisis

Bayi penderita gastroschisis di Pamulang yang ditolak sejumlah rumah sakit untuk ditangani karena alasan kamar sudah penuh.

Pamulang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan bergerak cepat menangani bayi penderita gastroschisis atau terlahir dengan usus di luar yang nasibnya terkatung-katung. Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diani menugaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Suhara Manullang untuk mendatangi keluarga bayi, Selasa (16/1) malam.

Dalam pertemuan dengan pihak keluarga, Suhara memberikan bantuan dana Rp20 juta dari Wali Kota Tangerang Selatan, Airin untuk keperluan uang muka tindakan operasi. Berkat bantuan dana ini, bayi yang kemudian diberi nama Umar Abqari Salam Tanjung itu akhirnya bisa menjalani operasi di Rumah Sakit Adam Talib, Cikarang Barat, Bekasi.

“Bayi penderita gastroschisis telah dioperasi dokter spesialis bedah anak di RS Adam Talib yang punya fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Kondisi bayi juga sudah stabil dan dipasang pentil inkubasi,” kata Suhara Manullang.

“Selanjutnya Kami dari Dinas Kesehatan Tangsel akan bicara lagi dengan keluarga bayi malang ini terkait kelanjutan penjaminan pembiayaan yang memungkinkan untuk membantunya,” lanjut Suhara.

Diberitakan sebelumnya, bayi penderita gastroschisis  dari pasangan suami-istri Muhammad Doni dan Erni Yulianti itu lahir pada Senin, 15 Januari 2018 di Rumah Sakit Buah Hati, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan. Bayi yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas 3 itu lahir dengan bobot 3,6 kg dan panjang 52 cm.

Namun karena terlahir dengan usus di luar, pihak Rumah Sakit Buah Hati menyarankan agar si bayi segera dioperasi untuk mengantisipasi risiko keadaan usus di luar mengering rusak dan infeksi. Namun sayangnya tak ada satu pun rumah sakit di Tangerang Selatan ketika itu yang bersedia menerima karena alasan kamar penuh.

BACA JUGA:

Saat ini kondisi bayi Umar Abqari Salam Tanjung sudah lebih baik setelah mendapat penanganan operasi. Pun begitu, seperti dituturkan Milah Sari, adik dari ibu bayi, pihak keluarga masih kebingungan untuk menutupi biaya pengobatan yang berjalan.

“Sampai Rabu, 17 Januari 2018 sore, tunggakan pengobatan Umar Abqari Salam Tanjung sudah mencapai Rp34 juta. Untuk tagihan pengobatan berjalan di sini lebih kurang Rp10 juta per hari. Kami masih belum tahu mencari jalan ke mana untuk menutupi tagihan-tagihan itu,” akunya.

Dikatakannya, terlepas dari rasa bingung untuk menutupi tagihan pengobatan berjalan, pihak keluarga bayi Umar Abqari Salam Tanjung tetap mengucapkan terima kasih banyak untuk perhatian dan bantuan dana dari Pemkot Tangerang Selatan.

“Berkat bantuan dana dari Wali Kota Airin kami akhirnya bisa membayar muka untuk tindakan operasi Umar. Selanjutnya kami tinggal memikirkan bagaimana cara untuk menutupi tagihan pengobatan yang berjalan,” ucapnya mengakhiri pembicaraan.

Berdasarkan informasi terkini terkait penanganan bayi Umar, saat ini pihak Rumah Sakit Adam Talib dikabarkan sudah membuat rujukan penanganan lanjutan ke rumah sakit lain. Kemungkinan lokasi rujukan antara Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto atau RSUD Koja. (iwan)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *