Aparat Inginkan Magelang Adem Ayem dan Tentrem

  • Whatsapp
banner 468x60

MAGELANG – Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adi Nugroho bersama Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, bertindak sebagai inspektur pada apel konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Candi dan Persiapan Pengamanan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu, Rabu (12/06/2019).

Apel yang digelar di Halaman Mapolres Magelang dihadiri oleh Forkopimda dan para kepala OPD di wilayah Kabupaten Magelang. Peserta apel terdiri dari unsur TNI Polri, Satpol PP, Damkar dan BPBD Kabupaten Magelang.

Muat Lebih

banner 300250

Dalam sambutannya Kapolres mengatakan, kegiatan ini merupakan pengecekan kondisi personel pengaman yang sudah bekerja selama 2 minggu.

Dikatakan, selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, wilayah kabupaten Magelang cukup kondusif, tidak seperti di daerah lain yang ada kejadian. Hingga pengamanan Lebaran berakhir seluruh personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah semua aman, selamat dan tenteram.

Sebagai bahan evaluasi, ungkapnya, terjadi 3 kasus pada masa perayaan lebaran antara lain curas, curanmor dan laka lantas. Dari 19 kejadian laka lantas, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai 551 peoanggaran.

Kapolres juga mengucapkan terima kasih atas dukungan TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang.

“Selanjutnya dalam tahapan pemilu, kita masih mempunyai kewajiban mengamankan sidang sengketa pemilu yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Hal itu tentu akan membawa dampak pada masyarakat, termasuk masyarakat Magelang,” ucapnya.

“Kita tetap berjaga agar tidak terjadi dampak negatif dan masyarakat tidak ikut-ijutanan berduyun – duyun ke ibu kota. Pengalaman kejadian yang lalu, pada 21 dan 22 Mei yang menjadi korban mayoritas orang dari luar Jakarta,” tandasnya.

Sementara itu, Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono menambahkan soliditas TNI, Polri dan Pemerintah Daerah selalu menyamakan visi dan misi untuk bersama turun ke lapangan guna mengurangi dampak konflik dan meminimalisir jatuhnya korban.

“Dari Magelang, kita berdoa agar apa yang diputuskan oleh MK merupakan yang terbaik untuk NKRI,” imbuhnya.

“Apapun keputusan MK, diharapkan kita semua pihak bisa menghormati dan menerima putusan MK tersebut. Sehingga stabilitas dan kondisi tetap dalam situasi yang kondusif,” ucapnya.

Menurutnya, Kodim 0705/Magelang masih menyiagakan personelnya pada tahapan pemilu sampai dengan pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Di wilayah, babinsa diminta memantau dan menghimbau masyarakat agar menunggu keputusan MK dengan tenang, sehingga tercipta Magelang adem, Magelang ayem dan Magelang tentrem,” tegasnya.¬†ferry

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *