Hari Pertama Operasi Keselamatan Jaya 2019 Jaring 4.907 Kendaraan

0
Operasi KeselamatanJaya 2019 di hari pertama menjaring 4.97 kendaraan yang melakukan pelanggaran.

Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2019. Program ini telah menjadi agenda rutin yang setiap tahun digelar dan sudah berlangsung sejak Senin (30/4) kemarin hingga 14 hari ke depan.

Pada hari pertama, sebanyak 4.907 kendaraan berhasil terjaring di beberapa lokasi penindakan.

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, tidak semua kendaraan tersebut diberi sanksi tilang, tapi ada juga yang hanya berupa teguran.

“Hasil giat Operasi Keselamatan Jaya 2019 hari pertama Ditlantas Polda Metro Jaya (29/4) mencapai 4.907 kendaraan yang berperkara. Sebanyak 965 ditilang dan 3.942 hanya diberi teguran,” ucap Yusuf dilansir dari NTMC Polri, Selasa (30/4).

BACA JUGA:

Untuk 965 kendaraan yang ditilang, menurut Yusuf jenisnya cukup beragam. Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling berkontribusi dengan jumlah 638, sementara mobil penumpang 266 unit, dan sisanya terdiri dari 42 unit mobil barang serta 19 unit bus.

Sementara untuk jenis pelanggara yang paling banyak dilakukan oleh pengendara motor, dikatakan Yusuf adalah melawan arus dengan jumlah mencapai 157 pelanggar. Untuk kendaraan roda empat paling banyak melanggar garis stop.

“Pengendara roda dua masih mendominasi dengan jumlah terbanyak melanggar,” kata Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan bila Operasi Keselamatan Jaya 2019 di Jakarta dipusatkan pada tiga kawasan utama, yakni sepanjang Jalan Benjamin Sueb-Jakarta Pusat, sekitar gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto – Jakarta Pusat, dan di Jalan Perintis Kemerdekaan simpang Coca-Cola.

Untuk titik-titiknya sendiri masih disiapkan, sementara untuk waktu pelaksanaan digelar dengan melihat kondisi.

“Kegiatannya kita melihat sikon artinya pada saat kapan kita melaksanakan kegiatan operasi simpatik dan nanti diharapkan dari kegiatan ini tidak menimbulkan suatu kemacetan,” ujar Yusuf.

“Kita mencari lokasi-lokasi yang kalaupun itu dilaksanakan secara stasioner berarti kita mencari tempat-tempat untuk melaksanakan kegiatan dan tidak menimbulkan macet,” imbuhnya lagi. red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here