Sisihkan Bahan Sembako, Satgas Yonif 725 Bantu Lansia dan Janda Tua di Distrik Yaafi

0
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 725/Woroag di Pos Yusuf mendonasi paket sembako kepada para lansia dan janda tua di Kampung Yusuf, Distrik Yaafi, Kabupaten Keerom, Papua.

Keerom – Satgas Pamtas Yonif 725/Woroagi melalui prajurit yang bertugas di Pos Yuruf mengadakan aksi sosial kemanusiaan pemberian paket sembako kepada warga lanjut usia dan janda tua di Kampung Yuruf, Distrik Yaafi, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (7/4) lalu.

Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin prajurit di Pos Yuruf ini dipimpin Lettu Inf Herman bersama tujuh anggotanya. Tujuan kegiatan adalah untuk menutupi kebutuhan bahan pokok sehari-hari para warga lansia dan janda tua di wilayah Pos Yuruf.

“Paket sembako yang diberikan berasal dari donasi para prajurit yang menyisihkan sebagian makanan yang mereka miliki di setiap awal bulan,” kata Dansatgas Pamtas Yonif 725/Woroagi Letkol Inf Hendry Ginting dalam keterangan tertulisnya di Keerom, Papua, dan diterima topikonline.co.id, Selasa (9/4).

“Seluruh makanan yang disisihkan kemudian dikumpulkan untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan,’ tambahnya lagi.

Dilanjutkan Hendry, salah satu warga penerima bantuan diketahui bernama Lenarda. Janda yang kini berusia 64 tahun itu sudah ditinggal suaminya sejak 27 tahun lalu.

“Meskipun ia punya dua orang anak laki-laki yakni Ardi (30), yang jadi guru honorer serta Remanus (20), yang masih menganggur, namun keduanya tidak tinggal bersama ibunya,” ia menjelaskan.

“Ada juga Margareta (50) yang telah ditinggal oleh suaminya 12 tahun lalu, dan Yustina (40) serta Ema Matar (76) yang sudah 10 tahun tak bersuami. Mereka semua punya anak namun tak ada yang tinggal bersama mereka,” imbuh Hendry.

Dituturkannya lagi, selain bisa membantu meringankan beban hidup para lansia dan janda tua, kegiatan seperti ini juga diharapkan bisa makin mengharmonisasi hubungan baik antara Satgas dan warga dalam pelaksanaan tugas di daerah operasi.

“Kita ingin kehadiran Satgas di daerah penugasan bisa berkontribusi membantu kesulitan warga, baik dalam pelayanan kesehatan, menjadi tenaga pendidik, serta mengajak masyarakat untuk hidup disiplin. Karena dengan kondisi seperti itulah kemanunggalan TNI dengan rakyat bisa terwujud, karena rakyat adalah ibu kandung TNI,” demikian Hendry Ginting. bem

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here