Mengejutkan, Niat Minta Bantuan TKW Asal Tangerang Malah Dimaki-maki Staf KBRI Suriah

0
E, TKW asal Tangerang di Bareskrim Polri saat membuat pengakuan dimaki-maki staf KBRI di Suriah saat datang meminta pertolongan karena berbulan-bulan tak digaji majikannya.

Jakarta – Kabar mengejutkan keluar dari mulut seorang wanita yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Suriah.

Di depan para wartawan yang datang ke Mabes Polri, wanita asal Tangerang berinisial E mengaku mendapat perlakuan tidak manusiawi dari staf KBRI di Suriah.

“Saya datang ke KBRI mau mengadu dan minta tolong karena sudah berbulan-bulan tidak digaji oleh majikan. Tapi setibanya di sana saya malah dibentak-bentak oleh salah seorang staf KBRI,” akunya di Jakarta, Selasa (9/4).

“Saya disudutkan seperti pesakitan. Ujung-ujungnya dia bilang kalau mau pulang ke Indonesia saya disuruh siapkan uang 8.000 dolar AS atau sekitar Rp100 juta lebih. Kalau tak bisa siapkan saya tidak bisa dibantu,” sambungnya lagi.

Dikatakannya juga, staf KBRI Suriah ketika itu juga mengatakan Presiden Joko Widodo sudah capek mengurusi orang sepertinya yang terlunta-lunta di negeri orang.

“Presiden sudah capek ngurusin orang seperti kamu. Sudah tahu negara konflik masih juga datang,” ujarnya menirukan kata-kata staf KBRI di Suriah.

Dituturkan, cerita dirinya sampai bekerja sebagai TKW di berbagai negara sebenarnya karena tertipu oleh agensi yang memberangkatkan.

Awalnya, kata E, ia dijanjikan untuk bekerja di Arab Saudi. Setelah semua persyaratan yang diminta dilengkapi, ia kemudian diberangkatkan dulu ke UEA.

Sempat dipekerjakan sebentar tanpa gaji di UEA, ia kemudian diterbangkan lagi ke Turki. Namun lagi-lagi ia tak dapat gaji dan akhirnya diberangkat lagi ke Sudan.

Berharap mendapat hal yang lebih baik di negeri berjuluk alHartum (belalai gajah), nyatanya E kembali mengulang kisah seperti yang dialaminya di UEA dan Turki.

Tiga bulan bekerja tanpa gaji di Sudan, E kemudiah dipindahkan lagi oleh agensinya ke Suriah dan kembali menerima kisah pahit.

“Saya akhirnya kabur dari rumah majikan saya untuk meminta pertolongan ke pihak KBRI. Tapi nyatanya saya tak diatensi oleh pihak KBRI. Malah dimaki-maki dan disuruh minta tolong ke agensi yg berangkatkan saya,” keluh E.

“Mana berani saya. Dipukuli bisa sama pihak agensi klo saya mengadu ke sana. Tapi ya sudahlah, itu masa lalu getir saya. Saya mau lupakan semuanya,” sambungnya menandaskan. bem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here