Perluas Jangkauan KUR, BRI Buat Tiga Terobosan Digitalisasi Pengembangan Bisnis

0
Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Terobosan Baru KUR", di Jakarta, Kamis (4/4).

Jakarta – Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, kemajuan teknologi digital jadi salah satu tantangan tersendiri bagi Pemerintah untuk bisa memperluas jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Karena itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebagai salah satu dari tiga bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sudah membuat tiga terobosan digitalisasi pengembangan bisnis.

Pernyataan ini disampaikan Executive Vice President Bisnis Kecil dan Kemitraan BRI Hari Purnomo dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Terobosan Baru KUR”, di Jakarta, Kamis (4/4).

“Tugas kami meningkatkan accessibility. Bagaimana caranya? yakni melalui penyebaran outlet yang mudah dijangkau serta menyiapkan tenaga pemasar yang andal dan kompeten di berbagai sektor,” katanya.

Disebutkannya, setidaknya ada tiga terobosan digitalisasi pengembangan bisnis yang sudah dilakukan oleh BRI. Pertama adalah melalui peluncuran satelit yang diberi nama BRISat.

Dengan mengorbitnya BRISat, kata Hari, kini BRI dapat menghubungkan seluruh jaringan yang dimiliki di seluruh Tanah Air, seperti kantor-kantor BRI, mobile offices, e-channels, floating bank, dan agen-agen bank, sehingga dapat diakses oleh masyarakat sebagai calon pemohon KUR secara cepat, mudah, murah, dan aman.

“Jangkauan BRISat mendukung BRI untuk berkontribusi dalam menyukseskan Program Inklusi dan Literasi Keuangan yang dicanangkan Pemerintah,” ujarnya.

Terobosan kedua adalah melalui penyebaran agen BRILink yang sudah dididik sehingga siap memberikan informasi apapun terkait produk KUR yang dimiliki oleh BRI.

“Sampai saat ini terdapat 401.550 agen BRILink yang tersebar di 17 kota. Ada di Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Jayapura,” urainya.

Untuk terobosan ketiga yakni BRI Sistem Perkreditan Online Terpadu atau BRISpot, adalah sebuah program digitalisasi proses kredit berbasis internet untuk kredit mikro.

Melalui BRISpot, para tenaga pemasar BRI langsung mendatangi pemohon KUR dan melakukan verifikasi, sehingga masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor-kantor konvensional BRI untuk mengurus semuanya.

“BRISpot ini langsung diakses oleh marketing kami. Mereka langsung mendatangi orangnya (pemohon KUR), kemudian difoto orangnya, dan bila semuanya memenuhi persyaratan, kreditnya bisa langsung jalan. Paling lama dua hari sudah masuk rekening pemohon KUR,” Heri menjelaskan.

Mengacu dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, selama tahun 2015-2018, realisasi penyaluran KUR oleh BRI mencapai Rp235 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 12,5 juta dan persentase kredit bermasalah (NPL) 0,99 persen.

Untuk data tahun ini per tanggal 28 Februari 2019, pencapaian realisasi penyaluran KUR oleh BRI sebesar Rp16 triliun dari target Rp87 triliun. Realisasi penyaluran itu menjangkau 747 ribu debitur.

Sementara untuk target nasional penyaluran KUR pada tahun ini, dari alokasi dana Rp140 triliun sudah terealisasi Rp23 triliun per 28 Februari 2019 dengan jangkauan 842 ribu debitur.

Turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi FMB 9 ini Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Yuana Setyowati. bem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here