Kemhan Gelar Kampanye Bela Negara Bareng Artis

0
Direktur Bela Negara Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., Putri Pariwisata Indonesia 2017 Karina Nadila, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si., dan Dimas Beck berphoto bersama dengan salam Bela Negara di bilangan Kasablanka Jakarta (06/03/2019). Photo: TOPIK/Adang.

Jakarta, topikonline.co.id – Kementerian Pertahanan menggelar kampanye bela negara bersama Putri Pariwisata 2017 Karina Nadila dan artis yang juga penggiat masalah HIV/AIDS Dimas Beck. Kampanye dengan tagline Ayo Bela Indonesiaku ini bertujuan menggerakan masyarakat terutama generasi Y dan Z untuk tetap menjaga Semangat Bela Negara tetap bergelora dan menyala, acara berlokasi di bilangan Kasablanka, Jakarta (06/03/20190).

Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si. mengatakan bahwa bela negara adalah sikap dan perilaku yang dilandasi semangat patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh komponen berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam kepentingan mempertahankan eksistensi serta menjaga kelangsungan hidup bangsa seutuhnya.

“Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara kepada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya mulai sejak lahir, tumbuh dewasa serta mulai mencari penghidupan”, kata Bondan.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Tandyo Budi Revita mengatakan bahwa kewajiban bela negara bisa dilakukan oleh semua warga negara sesuai kapasitas dan latar belakangnya masing-masing. Jadi tidak selalu dikaitkan dengan angkat senjata.

“Jadi bela negara itu merupakan kewajiban seluruh komponen anak bangsa, bisa dilakukan oleh semua sesuai profesi dan kemampuan masing-masing individu serta tidak harus selalui dengan mengangkat senjata”, ujar Tandyo.

Sementara itu Putri Pariwisata Indonesia 2017 Karina Nadila yang di dapuk menjadi salah satu pembicara dalam kampanye tersebut mengatakan kecintaannya melakukan travelling yang mendorong untuk bergabung dalam komunitas Travel and Teaching. Dimana komunitas tesebut tidak hanya jalan-jalan semata tetapi juga ikut andil dalam dalam pendidikan di daerah 3T atau daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

“Predikat sebagai Putri Pariwisata 2017 yang membuat saya mengemari  menjelajah Indonesia, sehingga terlibat di Komunitas 1000 Guru. Komunitas tersebut konsepnya adalah Travel and Teaching. Di situ kita enggak travel saja, tapi juga teaching ke wilayah 3T. Tujuannya kami di sana memperkenalkan Indonesia di daerahnya sendiri agar mereka mau menuntut ilmu di luar daerahnya dan kembali lagi untuk membangun kampungnya semakin maju,” kata Karina yang bermain di film Koala Kumal.

Tidak jauh berbeda sosok Dimas Kahlil Sudoyo Beck atau yang lebih dikenal dengan Dimas Beck menceritakan awal mulanya ia ikut bergabung dalam penggalangan dana pembangunan gedung sekolah untuk anak-anak dengan HIV/AIDS di Solo, Jawa Tengah. Awal mulanya ia hanya di berikan tantangan untuk menumpulkan 20 juta namun dalam waktu kurang dari 20 jam ia sudah bisa mengumpulkan dalam jumlah tersebut.

“Profesi saya sebagai publik figure akhirnya memudahkan saya dalam pengumpulan donasi sebesar 20 juta dalam waktu hanya 18 jam. Akhirnya saya meminta waktu selama satu minggu untuk mengumpulkan donasi sebesar 100 juta, alhamdulillah sekarang sudah terkumpul 97 juta sementara waktu yang tersisa masih tiga hari lagi”, ujar anggota musik Bukan Bintang Biasa (BBB) ini.

Nah hal-hal yang berkarakter inilah yang yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai salah satu bagian bagian dari Bela Negara [Adang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here