Dapat Wasbang dari TMMD, Pelajar Paham Keselamatan Berlalulintas

0

DEPOK – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) Ke-103 Kodim 0508/Depok bekerjasama dengan Satlantas Polresta Depok memberikan wawasan kebangsaan dalam rangka tertib berlalulintas.

Kegiatan sasaran non fisik TMMD tersebut diikuti oleh sekitar 100 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Arrahmaniyah di Jalan Masjid It-Tihad, Kamis (18/10/2018).

Sosialisasi tertib lalu lintas dilakukan oleh Ipda Purwanto dari Satlantas Polresta Depok dibantu dua orang staf anggota Polwan serta didampingi oleh Perwira Pengawas Kapten Inf Suyono, yang juga menjabat sebagai Danramil 03/Sukmajaya.

IPDA Purwanto dari Satlantas Polresta Depok memberikan penjelasan terkait Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Diantaranya tertib lalu lintas di jalan dan penekanan tentang penindakkan pelanggaran lalu lintas hingga proses sidang di pengadilan.

“Kita berikan pemahaman tentang tertib berlalu lintas sesuai dengan UU Lalu Lintas. Kalau kita taat berlalulintas akan terhindar dari penegakkan hukum pelanggaran lalu lintas, seperti tidak memakai helm, dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM),” ujar Purwanto didampingi Perwira Pengawas Kegiatan, Kapten Inf Suyono.

Salah seorang siswa Dicky Afriyan  mengaku mendapatkan manfaat dari penyuluhan tentang tertib berlalulintas. “Saya menjadi paham bahwa berlalu lintas itu harus tertib demi keselamatan diri kita sendiri,” ujarnya.

Hal tersebut juga diamini oleh siswi Tariza Sudadih. Menurutnya, untuk keselamatan di jalan, pengendara harus dilengkapi dengan surat kendaraan seperti STNK, SIM dan wajib menggunakan helm SNI khusus bagi pemotor. “Pengendara motor dan pembonceng wajib pakai helm, untuk menjaga keselamatan, dan memiliki SIM,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Arrahmaniyah Ahmad Fakhri sangat bersyukur sekolahnya menjadi tempat sasaran sosialisasi tertib lalu lintas dan wawasan kebangsaan program TMMD non fisik di wilayah Cipayung.

“Sosialiasi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Materi yang diberikan menyadarkan saya bahwa siswa yang belum cukup umur dilarang mengendarai sepeda motor ke sekolah,” sambungnya.

Ia juga berharap para pelajar dapat menerapkan hasil sosialisasi tersebut, demi keamanan dan keselamatan berkendara. “Hendaknya para siswa memahami dan mengerti bahwa tertib berlalu lintas sangat bermanfaat buat mereka sendiri,” tutupnya. frynang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here